[vc_row full_width=””][vc_column]

[/vc_column][/vc_row][vc_row el_class=”td-ss-row” el_id=””][vc_column width=”2/3″]
Sebetulnya meningkatkan nilai tambah melalui industri itu sudah bagus sejak dimulai oleh pendiri NKRI, ini dengan mulai dibangunnya industri untuk kebutuhan pangan (pupuk), kebutuhan sandang (tekstil), utk kebutuhan papan (semen) dan pembangunan industri Indonesia persis sama dengan pembangunan industri di Korea Selatan yaitu pupuk, tekstil dan semen. Pada tahun 1961 Indonesia dan Korea Selatan sama-sama negara miskin dgn GDP perkapita...
Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi atau peningkatan GDP, apakah infra struktur atau industri? Kalau negara kaya dan makmur itu bisa dilihat dari tolok ukurnya seperti: GDP perkapita Cadangan devisa Cadangqn emas Tingkat penganguran Mana yang harus didahulukan, investasi di industri atau investasi di infrastruktur? Ini untuk menjawab penjelasan mana yg prioritas. Pada saat negara kekurangan uang dan rakyat miskin yg harus...
Mengutang baik kalau digunakan untuk yang produktif misalnya membangun industri berbasis SDA (Sumber Daya Alam) untuk meningkatkan nilai tambah. Negara-negara lain membangun industrinya dengan pinjaman karena dengan ingustri bisa meningkatkan penerimaan negara bisa membayar karyawan bisa bayar infrasttuktur seperti bayar listrik, bayar air, bayar toll, bayar pelabuhan termasuk bayar pinjaman beserta bunganya. Kalau pinjaman tidak direncanakan bayarnya darimana, itu bisa...
Sebaiknya upstream industri berbasis SDA yang bahan bakunya dalam negri diusulkan dipegang negara jika perlu BUMN baru khusus industri petrokimia karena sangat strategis, baru kemudian industri intermediate dan downstream industri oleh swasta atau join antara swasta dengan asing, seperti dilakukan di China, Malaysia, Iran, Saudi Arabia dan negara-negara Timut Tengah lainnya. Dari pengalaman industri berbasis SDA dipegang asing puluhan...
Produk-produk industri hijau (industri hilir/ downstream industry) tanpa industri hulu (upstream industry) berbasis SDA seperti industri petrokimia dan industri logam tidak akan bisa bersaing di pasar lokal maupun global. China kuat di industri hilir (yang menghasilkan barang siap pakai) seperti produk industri hijau karena industri hulunya kuat. Indonesia itu lemah di industri hulu karena SDA nya di export lalu...
[/vc_column][vc_column width=”1/3″]

Don't miss

[/vc_column][/vc_row]