Untuk Meningkatkan GDP, Infrastruktur atau Indusri?

94

Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi atau peningkatan GDP, apakah infra struktur atau industri? Kalau negara kaya dan makmur itu bisa dilihat dari tolok ukurnya seperti:

  1. GDP perkapita
  2. Cadangan devisa
  3. Cadangqn emas
  4. Tingkat penganguran

Mana yang harus didahulukan, investasi di industri atau investasi di infrastruktur? Ini untuk menjawab penjelasan mana yg prioritas. Pada saat negara kekurangan uang dan rakyat miskin yg harus didahulukan adalah bagaimana meningkatkan penerimaan negara dan meningkatkan lapangan kerja kalau harus memilih investasi di industri atau di infrastruktur, mari kita analisa.

Kalau bangun industry, point 1, 2, 3, dan 4 diatas bisa dijawab, tapi kalau investasi di infrastruktur tidak bisa dijawab semuanya karena no 2 dan no 3 dari infrastruktur tidak ada yg bisa diexport atau yang bisa menghasilkan emas.

Uang yang diinvestasikan di Industri bisa kembali paling lama 12 thn, tapi di infrastruktur bisa diatas 20 thn.

Penerimaan negara dari Industri jauh lebih besar baik penerimaan dari pajak maupun dari non pajak daripada penperimaan dari infrastruktur. Penerimaan negara dari industri jauh lebih besar kalau ada industry, mulai dari industri hulu sampai industri hilir daripada penerimaan negara dari infrastruktur. Contoh kalau 1 ton paraxylene (bahan baku tekstil dari minyak bumi) harganya $800/ ton kalau sudah jadi kaos aja nilai pertonnya bisa mencapai $145,000 per ton. Penerimaan dari PPN saja pemerintah dapat $ 1,450/ ton belum dari PPh.

Jadi penerimaan pemerintah dari hasil industri jauh lebih besar dibandingkan penerimaan dari pembangunan infrastruktur. Tapi husus utk industri hilir yg investasinya kecil perlu dibangun infrastruktur dulu karena pemodal industri hilir tidak mungkin bangun infrastruktur seperti power plant, penjernihan air, pelabuhan, dll karena investasi industti hilir lebih kecil, berbeda dengan industri hulu, investasi lebih besar sehingga bisa bangun infrastruktur.

RP – Juli 2016